Showing posts with label ternak Gurame. Show all posts
Showing posts with label ternak Gurame. Show all posts

Thursday, 7 May 2015

PELUANG USAHA BIDANG PETERNAKAN

Sebenarnya pelung usaha sangata banyak dan yang pasti sangat menguntungkan. Di rumah peternakan akan membahas tentang Peluang Usaha Dibidang peternakan gurami.
Terkadang kita bingung  untuk memulai usaha, apa dan gimana untuk memulai usaha, Bingung karena terlalu banyak pilihan usaha, atau bingung karena usaha apa yang akan kita jalankan, agar di kemudian hari kita bisa merasakan hasilnya dari usaha tersebut, di sini rumah peternakan akan menjelaskan usaha di bidang peternakan ikan gurami.
Sebenarnya dalam berusaha pasti yang di lihat adalah hasil akhirnya bagaimana apakah menguntungkan atau bahkan sebaliknya? Usaha di bidang ternak gurami ini sangatlah menguntungkan. Anda tidak perlu modal yang besar tetapi di sini cukup dengan modal yang minim tapi hasil sangat luar biasa, itu juka tergantung pada Anda sendiri, jika Anda serius menggeluti usaha bidang ternak gurami dan yakin Anda bisa sukses maka hasilnyapun akan maksimal. Tetapi jika Anda cuma-cuma atau coba-coba maka hasilnya pun bakalan setandar.
Dalam berusaha kita harus punya target, yang pasti target Anda harus sebesar mungkin biar Anda benar-benar maksimal menjalankan usaha tersebut, agar hasilnya bisa tercapai apa yang Anda harapkan.
Bagaimana memulai usaha ternak gurami tersebut? Yang pasti anda harus punya kolam dalam budidaya ikan gurami tersebut, rumah peternakan akan membahas budidaya gurami bidang kolam plastik atau terpal.
Jadi Anda bisa memanfaatkan lahan/halaman rumah Anda sendiri tidak harus punya lahan sawah atau lahan kolam yang luas, tetapi Anda cukup memanfaatkan lahan rumah Anda yang ada.

Pembuatak kolam plastik/terpal

Dalam pembuatan kolam plastik lebih besar ukurannya lebih bagus, tidak ada ukuran yang pasti, karena jika kolam Anda besar akan mempengaruh dalam pertumbuhan ternak gurami Anda, lebih besar kolamnya maka pertumbuhan gurami pun bakalan tambah cepat.
Jadi sebaiknya kolam Anda berukuran yang besar biar pertumbuhan gurami cepat dan cepat mendapatkan hasilnya yang maksimal.
Pembuatan kolam plastik/terpal bisa dengan media bambu atau dengan media semen, tetapi saran saya mendingan dengan media semen karena modalnya juga tidak jauh beda dibandingkan dengan media bambu, bahkan yang dari media semen kekuatannya lebih lama dibandingkan dengan media bambu.

Pembibitan

Pembibitan bisa juga Anda beli langsung bibit ikan gurami tersebut dari peternak gurami dengan berbagai ukuran. Tetapi jika Anda membeli langsung bibit gurami yang sudah agak besar yang pasti modal Anda harus besar juga. Di rumah peternakan akan membahas pembibitan dari mulai Larva/telur gurami. Saya sarankan Anda beli telur gurami untuk pembibitan tersebut biar kantong tidak terkuras. 
Untuk perawatan telur gurami Anda sediakan antara tiga ember besar untuk menampung telur tersebut, simpan di tempat yang aman dari predator telur gurami seperti semut, cicak, kucing, dll.
Waktu pemeliharaan telur gurami dalam media ember sekitar 1 mingguan sampai telur tersebut sudah hidup dan agak kehitaman.
Sebelum di pindahkan kedalam kolam plastik, terlebih dahulu Anda harus mengairi kolam plastik tersebut diamkan selama 2 hari biar airnya seteril.
Jika sudah dua hari bibit gurami bisa kita tebar di kolam plastik tersebut, dan untuk perlindungan ikan gurami tersebut Anda harus menyediakan untuk perlindungan gurami, bisa menggunakan genteng atau sebagainya agar di kala panas atau hujan ikan bisa berlindung.

Perawatan Ikan Gurami

Cara perawatan bibit ikan gurami harus benar-benar terjaga terutama dalam masalh air. Air di kolam plastik jangan sampai berbau, jika air di kolam sudah berbau sebaiknya Anda cepat-cepat memindahkan ikan gurami tersebut ke kolam yang lain. Dan jangan lupa juga sebelum memindahkan ikan gurami Anda harus sedia terlebih dahulu jangan mendadak, atau langsung menambah air yang baru apalagi airnya dari sungai. gurami bakalan mati, dikarenakan suhu atau oksigen dalam air berubah drastis. Jadi Anda harus menyediakan kolam yang kosong untuk menjaga-jaga adanya perpindahan gurami tersebut.
Masalah pakan gurami jika masih larva bisa di beri cacing rambut.

Penyakit Ikan Gurami

Di dalam bidang peternakan pasti tidak luput dari kendala penyakit yang menyerang terhadap peternakan kita. Jadi kita harus siap-siap untuk menanggulangi masalah tersebut. Untuk penyakit gurami yang kena jamur bisa menggunakan garam yang masih kasar atau masih alami belum di produksi dari pabrik. Ciri-ciri ikan gurami terkena penyakit jamur biasanya ikan banyak bintik-bintik putih di sebagian tubuhnya dan terus meluas sampai ikan mati. Jika ikan Gurami Anda terserang penyakit jamur maka yang harus Anda lakukan adalah menaburi kolam plastik tersebut dengan garam, tetapi jangan sampai kebanyakan di di kira-kira saja jumblah iar yang ada dalam kolam tersebut. Penaburan garam bisa di lakukan 2 hari sekali, dan apabila sudah sembuh paka penaburan garamnyapun harus di berhentikan.
Sekian tips dari rumah peternakan semoga bermanfaat..... 


Saturday, 3 May 2014

PELUANG USAHA SAMPINGAN

Kali ini rumah peternakan akan mengulas tentang peluang usaha sampingan. Sebenarnya usaha sampingan sangatlah banyak tetapi kali ini rumah peternakan akan membahas tentang usaha sampingan budidaya gurami, usaha budidaya gurami sangatlah mudah dilakukan untuk usaha sampingan atau usaha sepenuhnya karena dengan adanya budidaya gurami tidak memerlukan waktu yang sangat banyak, bisa dilakukan oleh karyawan atau pekerja kantoran. Karena budidaya gurami ini sangatlah mudah di jalankan oleh berbagai kalangan, Jika Anda ingin memulai usaha di bidang budidaya gurami syarat-syarat yang anda harus jalankan sebagai berikut :
Pertama Anda harus pelajari dahulu trik-trik budidaya gurami, gali informasinya dengan membaca buku, bertanya kepada orang yang sudah pengalaman di bidang budidaya gurami, dan seperti yang Anda lakukan sekarang dengan media blog yang menjelaskan tentang budidaya gurami.
Untuk pemula yang mau usaha di bidang budidaya gurami Anda harus menentukan dahulu apakah anda akan usaha di bidang pembesaran atau pembibitan. Kali ini rumah peternakan akan mengulas tentang usaha budidaya gurami pembibitan.
 Jika Anda pemula sebaiknya Anda membeli telur gurami dahulu jangan memijahkan karena untuk mempersingkat waktu. Perlakuan untuk telur gurami Anda sebaiknya menyimpan di dalam bak sampai 7 hari, dan di simpan di tempat yang aman yang tidak bisa di peroleh oleh predator-predator seperti semut, cicak, kucing dan dll. dan rutin untuk mengganti airnya agar telur gurami tersebut tidak banyak yang mati dikarenakan kotornya atau baunya air tersebut, jika ada yang mati cepatlah di ambil dan di buang agar tidak mempercepat perubahan air. cara untuk membersihkan minyak di dalam air dengan menggunakan koran, pertama koran sobek dahulu dengan ukuran yang biasa yang penting bisa masuk ke dalam bak, kemudian masukan pelan-pelan dan di angkat kembali.

Jika sudah mencapai 7 harian telur tersebut sudah berbentuk ikan dan hidup seperti gambar di atas. Setelah berumur 7 hari kemudian kita pindahkan ke kolam terpal/plastik. cara pembuatan kolam terpal atau plastik sudah di jelaskan sebelumnya.


Sebelum telur/larva tersebut di pindahkan ke dalam kolam plastik, Anda harus persiapkan dahulu. isi Airnya 3 hari sebelum larva tersebut di pindahkan ke dalam kolam plastik. Dikarenakan agar air tersebut sudah seteril dan tidak mengandung penyakit, jika sudah siap maka pemindahan larva bisa Anda lakukan.
Setelah gurami tersebut sudah ada dalam kolam plastik tersebut, maka Anda harus memberi makanannya, makanan gurami/larva gurami bisa menggunakan cacing sutra atau bisa di bilang cacing rambut tergantung daerah masing-masing menyebutnya. Pemberian pakan dengan menggunakan cacing sampai berumur 1 bulanan, dan seterusnya Anda misa menggunakan pakan PSC dari pasar atau penyedia pakan ikan di daerah Anda.
Saya akan jelaskan persentasenya, biasanya saya membeli telur gurami dengan harga Rp 100.000 dengan jumlah rata-rata dalam satu sarang gurami sekitar 6000 butir telur gurami, dan pembuatan kolam terpal dan plastik saya mengeluarkan modal sekitar 200.000, itu juga jika kita yang bikinya dan jika kita memburukan kepada orang lain mungkin tinggal tambah biaya untuk membayar pegawai tersebut. dan selama 1 bulan biasanya menghabiskan pakan sebesar Rp 300.000 an jadi total untuk usaha di bidang budi daya gurami tersebut Rp 600.000. biasanya dalam satu bulan bisa mencapai besar ukuran 1cm dengan harga jual biasanya 400-500 rupiah. Jadi 6000 ekor x Rp 500 = Rp 3,000,000 di kurangi biaya yang di atas sebesar Rp 600,000 jadi total bersihnya Rp 2.400.000 Lumayan sebagai usaha sampingan.
Jika Anda kepingin usaha budidaya gurami sebagai pokok usaha Anda, Anda tinggal memperbanyak kolam plastiknya dan perbanyak membeli telur guraminya tinggal anda kalikan saja, jika Anda mempunyai 4 kolam terpal atau plastik berarti 2.400.000 dikalikan empat kolam tersebut jadi Anda akan mendapatkan sebesar Rp 9.600.000 dalam jangka kurang lebih satu bulanan.Sangat luar biasa bukan.
Tapi Anda juga peru mengingat karena semua usaha tidak selamanya menguntungkan pasti ada kerugiannya atau bisa di bilang resikonya, karena dari itu Anda harus bertanya atau mencari pengetahuan tentang budidaya gurami tersebut dengan berbagai macam cara seperti kumpulan dengan orang orang yang sudah lama di bidang budi daya gurami, baca di bukuku, atau seperti yang Anda lakukan sekarang membaca dari media-media blogger yang menjelaskan tentang budidaya gurami.
Sekian dan terimakasih semoga ada manfaatnya bagi pembaca blog ini. Dan sukses selalu bagi yang mau budidaya gurami.
Jika ada pertanyaan anda bisa berkomentar di bawah ini atau bisa langsung hubungi saya di No hp yang tercantum di atas.

Saturday, 12 April 2014

PEMBUATAN KOLAM TERPAL

Ukuran kolam terpal untuk budi daya gurami yang banyak digunakan pembudidaya di Ciamis adalah 4 x 8 x 1 meter. Kolam berukuran seperti ini dibuat menggunakan terpal berukuran 6 x 10 meter. Jenis terpal yang umum digunakan adalah A5 atau A6. Terpal seperti ini memiliki daya tahan hingga lima tahun. Berikut ini tahap pembuatan kolam terpal.
  • Penggalian Tanah
Tahap pertama pembuatan kolam terpal adalah penggalian tanah. Kedalaman tanah yang digali mungkin berbeda. Namun, umumnya memiliki kedalaman 60 cm dan 100 cm. Jika kedalaman 60 cm, konstruksi kolamnya dilengkapi dengan tanggul. Sementara itu, jika kedalamannya 100 cm, konstruksi kolam tidak dilengkapi tanggul. Dingding kolam dibuat miring 30 drajat sebagai penyangga terpal.
Proses pembuatan kolam yang kedalamannya 60 cm lebih cepat dibandingkan dengan proses pembuatan kolam dengan kedalaman 100 cm. Namun, jika dilihat dari segi biaya yang harus dikeluarkan, biaya pembuatan kedua kolam tersebut tidak jauh berbeda.
  • Pembuatan Tanggul
Tanggul kolam biasanya dibuat dengan memanfaatkan tanah galian kolam. Ketinggiannya sekitar 40 cm. Padatkan tanah galian tersebut agar kuat dan tidak ambrol. Selanjutnya, pasangkan batako atau batu merah di permukaan tanggul agar tanggul lebih kuat dan tidak ambles. Namun, jika pembudidaya telah menggali tanah sedalam 100 cm, tahapan ini tidak perlu dilakukan.
  • Pemberian Sekam
Setelah tanah digali dan tanggul berbentuk, langkah selanjutnya adalah menaburkan sekam sebagai alas terpal. Sekam berfungsi untuk mempertahankan suhu kolam tetap optimal bagi pertumbuhan gurami. Suhu air di kolam diupayakan pada sekitar 28 derajat C.
Ketebalan sekam yang ditaburkan berbeda, tergantung ketinggian lokasi budi daya. Di dataran rendah terutama di daerah pantai tidak perlu ada pemberian sekam karena pasir pantai sudah dapat menyerap panas pada siang hari dan dapat menghangatkan kembali hingga keesokan harinya.
Sementara itu, lokasi yang berada di ketinggian hingga 500 meter dpl, ketebalan sekam yang dibutuhkan sekitar 10 cm. Lokasi di ketinggian 500-800 meter dpl, ketebalan sekam sekitar 15-20 cm.
Setelah sekam dihamparkan, siram kolam dengan air secukupnya. Tujuannya agar terjadi proses dekomposisi sekam dan dapat menghasilkan panas. Sebagai patokan, jumlah sekam yang dibutuhkan untuk kolam terpal berukuran 4 x 8 meter di ketinggian 0-500 meter dpl sekitar 3 kubik. Sekam bisa diperoleh di penggilingan padi atau petani yang menggiling padinya sendiri. Sekam yang digunakan dapat bertahan selama lima tahun. Penggantiannya dapat dilakukan berbarengan dengan penggantian terpal.
  • Pemasangan Terpal
Setelah sekam dihamparkan, terpal dapat dipasang. Terpal baru sebaiknya dicuci dahulu menggunakan air bersih. Caranya, gosok menggunakan kain basah, kemudian siram dengan air bersih. Terpal yang digunakan cukup satu buah atau satu lapis. Saat memasang terpal dibutuhkan minimum 3-4 orang pekerja. Terpal dipasang hingga  menutupi semua bagian kolam yang digali. Sisa terpal yang berada di luar kolam (mencapai tanggul) diberi pemberat berupa batako atau bata merah agar terpal tidak melorot. Selain itu, beri panahan berupa kayu pasak. Setelah itu, kolam siap di isi air dan diberi perlakuan penggaraman dan pemupukan.

Saturday, 5 April 2014

RAHASIA SUKSES BUDI DAYA GURAMI

Jenis-Jenis Gurami

Sebelum memulai budi daya sebaiknya petani mengetahui terlebih dahulu jenis-jenis gurami. Pengetahuan ini penting untuk melihat tingkat pertumbuhan dan produktivitas gurami.
  • Gurami Soang 
Jenis gurami ini banyak di budi dayakan di sentra budi daya gurami di Ciamis. Keunggulan gurami soang adalah pertumbuhan badannya yang besar, hingga mencapai 8 kg/ekor dan ukuran badannya relatif panjang (sekitar 65 cm). Selain itu, telur yang dihasilkan juga relatif banyak, mencapai 5.000 butir sekali bertelur. Ciri fisik gurami soang di antaranya warna tubuh umumnya putih abu-abu dan sisiknya relatif lebar.
  • Gurami Porselen
Produktivitas bertelurnya cukup tinggi dibandingkan dengan gurami jenis lain, yakni mencapai 10.000 butir sekali bertelur. Gurami porselen termasuk jenis gurami yang diunggulkan. Tubuh gurami porselen berwarna merah muda cerah. Ukuran kepalanya relatif kecil. Berat indukan dapat mencapai 1,5-2 kg/ekor
  • Gurami Baster
Sama halnya dengan gurami soang, jenis gurami ini memiliki tingkat pertumbuhan yang relatif cepat. Sayangnya, jumlah telur yang dihasilkan indukan maksimum hanya 3.000 butir sekali bertelur. Ciri fisik gurami baster di antaranya warna tubuh agak kehitaman, memiliki sisik yang besar, dan kepalanya berwarna putih.
  • Gurami Blausafir
Bobot maksimum gurami blausafir dapat mencapai 2 kg/ekor. Produktivitas bertelurnya sekitar 5000-7.000 butir sekali bertelur. Ciri fisik gurami blausafir mirip dengan gurami jenis lain. Warna tubuhnya merah muda cerah. Salah satu antara gurami ini berada di banjarnegara, Jawa tengah.
  • Gurami Jepun
Gurami jepun sering disebut juga sebagai gurami jepang. Panjang maksimum gurami ini sekitar 45 cm dan bobotnya mencapai 3,5 kg. Gurami jepun memiliki sisik berukuran kecil. Warna tubuhnya abu-abu kemerahan, terutama di ujung siripnya.
  • Gurami Kapas
Ciri khas gurami kapas terletak pada warna tubuhnya yaitu putih keperakan seperti kapas. Gurami ini relatif cepat dan mampu menghasilkan telur sekitar 3.000 butir sekali bertelur. Gurami kapas memiliki sisik berukuran besar dan kasar.
Beberapa jenis gurami lain yang di kenal adalah gurami paris dan gurami batu. Namun, kedua jenis gurami ini kurang potensial dibudidayakan sebagai gurami konsumsi karena pertumbuhannya lambat.

Persyaratan Budi Daya

Lokasi yang cocok sebagai tempat budi daya gurami di kolam terpal yang diberi alas sekam adalah daerah yang berada di ketinggian 0-800 meter di atas permukaan laut (dpl). Selain itu, upayakan agar fluktuasi suhu di lokasi budi daya tidak terlalu tinggi. Untuk mengatasi permasalahan suhu, Rumah Peternakan menemukan solusinya, yakni dengan menaburkan sekam di dasar kolam. Selain upaya tersebut, khusus di kolam pemijahan dan pendederan I perlu diberi naungan atau peneduh. Tujuannya agar air kolam tidak terkena sinar matahari langsung, sehingga diharapkan fluktuasi suhu tidak terlalu tinggi.
Perlakuan ini berbeda untuk kolam pendederan II hingga kolam pembesaran gurami. Kolam-kolam ini justru harus terbuka agar sinar matahari masuk ke dalam kolam. Jika kolam tertutup naungan, suplai oksigen di dalam air kolam akan berkurang. Meskipun gurami tidak terlalu tergantung pada pasokan oksigen, tetapi pasokan oksigen yang lebih banyak tetap dibutuhkan agar pertumbuhan gurami menjadi lebih baik. Masuknya cahaya matahari secara langsung ke dalam kolam mampu meminimalkan munculnya jamur atau bibit penyakit.
Selain kondisi suhu yang setabil, gurami juga menginginkan pH yang ideal (sekitar 6,5-7) bagi pertumbuhannya. Syarat lainnya, air yang digunakan untuk budi daya merupakan air bersih yang tidak mengandung bahan berbahaya, seperti bahan kimia.

Perlengkapan Pemijahan

  • Sosog
Sosog merupakan tempat penjantan membuat sarang saat memijah. Sosog terbuat dari anyaman bambu dengan diameter 25-30 cm dan panjang sekitar 50 cm. Secara alami, gurami pejantan akan memasukan substrat sarang kedalam sosog. Setiap sosog biasanya digunakan oleh satu betina. Selain menggunakan sosog yang terbuat dari anyaman bambu, ada juga peternak yang memanfaatkan tempat sampah yang terbuat plastik sebagai pengganti sosog.
  • Substrat Sarang
Substrat atau bahan sarang merupakan media yang digunakan oleh pejantan untuk membuat sarang. Bahan yang umum digunakan adalah ijuk. Selain itu, bisa menggunakan jerami atau rurumputan kering. Sebelum dimasukan kedalam kolam, substrat sarang sebaiknya sudah dibersihkan dan tidak tercampur bahan lain.
  • Saringan, Ember, Bak, Akuarium, Jeriken, dan Tong Plastik
Sering digunakan untuk membersihkan permukaan kolam dari kotoran-seperti dedaunan atau kotoran lain-yang masuk kedalam kolam. Selain itu, saringan juga diperlukan untuk membersihkan sisa pakan berupa pelet atau dedaunan yang tidak habis.
Sementara itu, ember atau bak digunakan sebagai wadah pencampuran pakan sekaligus digunakan untuk memberi pakan. Bak juga dapat digunakan sebagai wadah penampung telur pada proses penetasan telur gurami dan menampung hasil panen bibit gurami saat dilakukan penyortiran. Selain menggunakan bak, penetasan gurami juga bisa menggunakan akuarium yang di lengkapi dengan areator.
Jeriken dan tong digunakan untuk mengangkut gurami hasil panen, sejak pendederan hingga pembesaran. Jeriken yang digunakan umumnya bervolume 35 liter. Sementara itu, tong yang digunakan bervolume 200 liter. Namun, khusus untuk mengangkut telur gurami dan benih ukuran kuku digunakan alat pengangkutan berupa plastik yang di beri air dan oksigen.
  • Slang dan Paralon
 Slang dan paralon digunakan untuk menyedot air beserta kotoran saat penyifonan. Selain itu, alat tersebut digunakan untuk mengalirkan air bersih ke dalam kolam untuk mengembalikan ketinggian air kolam seperti semula setelah penyifonan, Slang dan paralon juga digunakan untuk mengisi air kolam saat pertama kali, baik setelah kolam dibuat maupun saat awal budi daya.
  • Pupuk, Garam, Vitamin, Probiotik, dan Obat-obatan
Perlengkapan lain yang dibutuhkan dalam budi daya gurami di kolam terpal adalah pupuk dan garam. Pupuk bermanfaat untuk merangsang pertumbuhan pakan alami gurami pada saat awal proses budi daya. Sementara itu, garam berfungsi untuk menciptakan salinitas air kolam di bawah 4 ppm. Garam biasanya ditaburkan saat persiapan kolam-sebelum gurami dimasukan-dan saat pergantian musim. Teknik pemupukan dan menggaraman kolam di bahas di bagian selanjutnya dari postingan ini.
Selain pupuk dan garam, perlengkapan lain yang harus dibutuhkan di antaranya vitamin, probiotik, dan obat-obatan. Vitamin yang digunakan berupa vitamin C khusus perikanan dan vitamin B komleks yang bisa digunakan manusia. Jenis vitamin ini diperlukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh gurami. Probiotik berguna untuk menjaga kondisi air dalam kolam tetap baik. Sementara itu, obat-obatan digunakan untuk mengendalikan penyakit yang menyerang saat budi daya berlangsung. Jenis obat yang digunakan di antaranya Methylen blue dan antibiotik seperti Oxyterayclin. Berdasarkan pengalaman pembudidaya, selama perlakuan dijalankan dengan baik dan benar, risiko serangan penyakit selama masa pemeliharaan gurami di kolam terpal menjadi sangat kecil.

Saturday, 22 March 2014

KIAT SUKSES BUDI DAYA GURAMI DI KOLAM TERPAL

  • Gunakan Kolam Terpal Yang Beralaskan Sekam
Kolam terpal "biasa" sebenarnya tidak cukup untuk mengoptimalkan hasil budi daya gurami. Selain itu, risiko kegagalan bisa terjadi akibat fluktuasi suhu. Karena itu, jenis kolam terpal yang di bahas dalam blog ini berupa kolam terpal yang dilengkapi dengan alas sekam. Kolam terpal seperti ini telah terbukti mampu mengurangi fluktuasi suhu. Ada sebuah kasus terkait fluktuasi suhu ini yang dialami seorang pembudidaya. Tingkat kematian bibit gurami yang di tebar di kolam terpal miliknya cukup tinggi akibat perbedaan suhu yang drastis.
  • Gunakan Benih Yang Seinduk, Seumur, Seukuran, dan Sehat
Salah satu faktor penting untuk menunjang keberhasilan budi daya gurami adalah penggunaan benih yang bermutu. Prinsip yang dapat digunakan untuk mendapatkan benih berkualitas yakni seinduk, seumur, seukuran, dan sehat.
Benih yang digunakan harus dari indukan yang sama. Jika tidak, berisiko terjadi perbedaan bobot akibat kemampuan penyerapan nutrisi dalam pakan. Selain itu, benih yang digunakan tidak berasal dari indukan yang sedarah. Karena itu, membeli benih sebaiknya hanya di tempat yang telah dipercaya atau teruji pengalamannya.
Kualitas benih menentukan efisiensi penyerapan pakan. Benih gurami grade I dan II memiliki food convertion ratio (FCR) lebih kecil, sekitar 1,2-1,4 sehingga penggunaan pakan lebih efisien. Untuk menghasilkan gurami yang berbobot 1 kg diburuhkan pakan sebanyak 1,2-1,4 kg. Sementara itu, benih grade III dan IV memiliki nilai FCR mencapai 1,8. Selain berdasarkan kualitas genetiknya, pilih benih yang kondisinya normal dan terlihat sehat.
  • Terapkan Manajemen Budi Daya yang Baik
Selain menggunakan alas sekam, keberhasilan budi daya gurami di kolam terpal juga ditentukan oleh kedisiplinan menjalankan manajemen budi daya dengan baik. Misalnya, melakukan pemupukan dan penggaraman kolam secara rutin, satu minggu sebelum benih di tebar pada awal budi daya. Selain itu, Melakukan pembersihan dan pengeringan kolam sebelum di gunakan kembali. Karena itu, persiapan kolam menjadi faktor penting untuk menciptakan kondisi kolam yang optimal untuk pertumbuhan benih. Dengan perlakuan seperti ini diharapkan tingkat kematian benih dapat ditekan. Kegiatan lain yang tidak kalah penting dalam budi daya gurami di kolam terpal adalah penyifonan. Perinsipnya, di dasar kolam terpal tidak terdapat tanah dan mikroorganisme pengurai kotoran. Karena itu, sisa pakan dan kotoran di dalam kolam harus dikeluarkan. Salah satunya dilakukan dengan teknik penyifonan. Penyifonan minimum dilakkan satu bulan sekali. Teknik penyifonan ini akan di bahas di ulasan berikutnya.
Selain penyifonan, pemberian probiotik juga cukup penting untuk menjaga kualitas agar tetap baik. Penggunaan probiotik dapat mengoptimalkan penyerapan nutrisi pakan sehingga dapat mengefisiensikan penggunaan pakan dan mengoptimalkan penambahan bobot gurami.
Selain itu, manajemen budi daya lainnya yang harus di lakukan selama masa pemeliharaan, di antaranya memberi pakan secara teratur, menjaga lingkungan budidaya dari berbagai gangguan, serta menjaga kebersihan dan kerapihan lingkungan budi daya.
semoga bermanfaat bagi Anda......

Saturday, 15 March 2014

MANFA'AT KOLAM TERPAL

  • Padat Tebar Lebih Tinggi
Penggunaan kolam terpal pada budi daya gurami dapat meningkatkan padat tebar benih. Contohnya, padat tebar pada pembesaran gurami di kolam tanah hanya 6 ekor/m persegi dengan benih berukuran 250 gram. Sementara itu, padat tebar di kolam terpal dapat ditingkatkan hingga 10 ekor/m persegi. Pasalnya, di bagian dasar kolam tanah lama-kelamaan dapat terjadi penumpukan amonia (NH3) dan hidrogen sulfida (H2S) yang berasal dari sisa pakan dan kotoran ikan. Kedua senyawa tersebut bersifat racun sehingga ikan tidak berani menyelam lebih dalam. Akibatnya, ruang gerak ikan menjadi terbatas (lebih sempit). Sementara di kolam terpal, konsentrasi amonia dan H2S dapat di minimal kan dengan penyifonan yang teratur.
  • Suhu Kolam Lebih Setabil
Dalam pembuatan kolam terpal, penulis selalu menaburkan sekam di dasar kolam-sebelum terpal di pasang. Alas sekam ini mampu menahan fulktuasi suhu di kolam. Di kolam semen, tanah, dan terpal tanpa alas sekam umumnya terjadi perubahan suhu hingga 9% C (fluktuasi suhu idealnya 5% C). Misalnya, suatu saat suhu di kolam 33 derajat C, dapat berubah menjadi 24 derajat C saat terjadi perubahan musim. Sementara itu, di kolam terpal yang menggunakan alas sekam mampu mempertahankan suhu dengan kisaran 28 derajat C. Suhu tersebut relatif ideal bagi pertumbuhan ikan gurami.
Perubahan suhu yang ekstrem dapat berakibat buruk terhadap ikan di dalam kolam. Khusus untuk benih, perubahan suhu dapat menyebabkan kematian. Sementara itu, pada masa pembesaran, perubahan suhu yang ekstrem dapat menyebabkan nafsu makan ikan menurun sehingga dapat menghambat pertumbuhan bobot. Pada kondisi suhu tidak ideal, ikan menggunakan 6% protein untuk bertahan hidup ketimbang meningkatkan bobot. Akibatnya, panen menjadi mundur hingga 1,5 bulan dari kondisi normal.
  • Waktu Budi Daya Lebih Cepat
Periode budi daya gurami menggunakan kolam terpal menjadi lebih cepat di bandingkan dengan budi daya gurami sistem konvensional (tanpa perlakuan khusus). Artinya, periode budi daya gurami di kolam terpal lebih cepat 5-6,5 bulan daripada periode budi daya sistem konvensional. Namun, perlu diperhatikan bahwa kolam terpal harus dilengkapi sekam sebagai alas kolam dan dengan pemberian probiotik (di bahas di bagian selanjutnya dari blog ini). Waktu budi daya yang lebih cepat tentu dapat menurunkan biaya  oprasional terutama biaya pakan sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkan keuntungan.
  • Lebih Fleksibel Mengikuti Kontur Tanah
Banyak kasus kolam tembok untuk budi daya perikanan mengalami kerusakan-seperti retak, bocor, bahkan "patah" akibat tanah yang "ditempati" kolam tidak kuat menahan beban kolam atau perubahan kontur tanah. Kolam seperti ini tidak dapat digunakan kembali atau setidaknya harus direnovasi dahulu. Permasalahan seperti ini tidak akan ditemui jika menggunakan kolam terpal. Pasalnya, kolam terpal lebih fleksibel sehingga memungkinkan untuk mengikuti kontur tanah yang berubah.
  • Pemanenan Menjadi Lebih Mudah
 Pemanenan di kolam terpal cukup mudah dilakukan. Pasalnya, Petakan kolam terpal umumnya tidak terlalu besar. Kondisi kolam yang relatif bersih tanpa adanya lumpur layaknya di kolam tanah juga memudahkan pemanenan. Kelebihan lainnya, masa recovery (pembersihan dan pengeringan) kolam setelah panen dan sebelum di gunakan kembali menjadi lebih cepat dibandingkan dengan jenis kolam lainnya.
Total waktu yang dibutuhkan untuk membersihkan dan pengeringan kolam terpal sebelum digunakan kembali hanya beberapa jam. Pembersihan dan pengeringan kolam berguna untuk memutus mata rantai penyakit. Sementara itu, di kolam tanah biasanya di lakukan pengeringan kolam dan pengapuran yang membutuhkan waktu lebih dari satu hari.
  • Hasil Panen Tidak Berbau Lumpur
Kualitas ikan gurami yang di budidayakan di kolam terpal lebih baik karena dagingnya tidak berbau lumpur. Berbeda jika budi daya dilakukan di kolam tanah. Dagingnya kadang-kadang tercium bau tanah. Hasil panen dari kolam terpal ini dapat langsung dijual dan ikan tidak perlu diberok. Gurami yang tidak berbau lumpur ini  relatif lebih disukai konsumen.

Saturday, 8 March 2014

PELUANG USAHA MODAL KECIL UNTUNG BESAR

Berbagi Keunggulan Budi Daya Gurami di Kolam Terpal/plastik

  • Hemat Biaya dan Tahan Lama
Hemat biaya merupakan salah satu keunggulan kolam terpal/plastik sebagai sarana budi daya gurami dibandingkan dengan kolam tembok. Sebagai perbandingan, kolam tembok berukuran 4 x 8 x 1 meter yang di buat menggunakan batako membutuhkan sekitar 1.200 buah batako. Jika satu batako harganya Rp 2.000, total pembuatan kolam tembok dapat mencapai Rp 2.400.000. Jumlah tersebut belum ditambah biaya pembelian semen, pasir, dan ongkos pembuatannya. Singkatnya, pembuatan satu kolam semen ukuran 4x8x1 meter dapat menghabiskan dana hingga RP5.000.000.
Sementara itu, kolam plastik/terpal di bawah permukaan tanah yang berukuran4x8x1 meter biasanya di buat menggunakan terpal berukuran 6 x 10 meter dengan harga sekitar Rp348.000. Perhitungannya, Rp5.800/m persegi dikali 6 x 10 = Rp348.000. Di tambah biaya pembelian sekam dan biaya pembuatan kolam. Jadi, total biaya yang dibutuhkan hanya sekitar 700.000. apalagi kalau media plastik bakalan lebih kecil biayanya.

Selain biaya pembuatannya yang murah, daya tahan kolam terpal/plastik pun cukup lama. Kolam terpal dapat digunakan hingga 4-5 tahun. Agar daya tahannya optimal, budi daya harus dilakukan dengan hati-hati agar terpal tidak mengalami kerusakan, seperti bolong atau robek. Terutama, saat pembuatan kolam atau saat panen. Selain itu, lokasi budi daya harus di jauhkan dari risiko yang dapat menyebabkan terpal rusak, seperti anak-anak yang bermain di sekitar kolam. Salah satu tip untuk menjaga keawetan terpal/plastik, yakni dengan menutupi bagian terpal yang terdapat di tepi kolam menggunakan rumput atau batu bata. Pasalnya, jika terkena sinar matahari langsung, terpal akan cepat rusak (daya tahan umumnya hanya 2 tahun).
  • Bisa Diaplikasikan di Lahan Porous dan Daerah Kurang Air
Kolam terpal merupakan solusi budi daya gurami di daerah yang memiliki tanah porous (kurang mampu menahan air), seperti tanah berpasir (di daerah pesisir pantai). Air di kolam yang dibangun di tanah porous biasanya akan terus berkurang akibat meresap ke dalam tanah.  Keuntungan menggunakan jenis kolam terpal salah satunya tidak perlu sering menambahkan air ke kolam budi daya. Selain itu, permukaan atas kolam terpal bisa di arahkan menghalau burung pantai pemakan ikan dengan cara menutupi bagian atas kolam menggunakan tali yang dibentangkan.
Kolam terpal juga dapat diaplikasikan di daerah yang sulit mendapatkan air. Pasalnya, jenis kolam ini tidak menggunakan sistem penggantian air secara terus-menerus, tetapi hanya sebulan sekali saat dilakukan penyifonan. Selain itu, air di dalam kolam setelah panen dapat digunakan kembali untuk siklus budi daya selanjutnya setelah dilakukan penjernihan secara sederhana. Karena itu, kolam terpal dinilai lebih hemat air dan cocok diterapkan di daerah yang sulit mendapatkan air.

Cara pembuatan kolam plastik

Untuk pembuatan kolam plastik untuk budidaya ikan gurami tidak ada ukuran yang pasti, bahkan lebih besar lebih bagus karena jika kolam plastik berukuran besar maka akan mempengaruhi pertumbuhan ikan gurami, ikan gurami akan cepat tumbuh jika kolamnya luas. Jadi saya sarankan jika Anda mau ternak gurami media plastik pembuatan kolamnya semampu lahan yang ada lebih bagus ukuran yang besar. Cara-caranya sebagai berikut:
  • Penggalian tanah
Pertama Anda harus menggali tanah/meratakan tanah yang mau di buat kolam plastik, bentuk kolam sebaiknya seperti katel penggorengan cekung ke tengah, biar nanti untuk pembuangan air lebih mudah tidak ada air yang nyangkut di kolam tersebut.
Contohnya
Di tengah cekungan kolam sebaiknya di kasih pembuangan air karena dikala hujan takutnya kebanjiran dan ikan ikut terbawa lepas.
  • Pembuatan Tanggul
Pembuatan tanggul/ pinggir kolam plastik bisa menggunakan media bambu atau dengan semen. Bisa juga langsung menggunakan tanah yang ada dari bekas penggalian tadi, di buatkan menjadi tanggul pinggir kolam tersebut. Untuk ukuran tinggi tanggul minimal 30 cm.
  • Pemberian sekam
Sebelum plastik di pasangkan, lebih baiknya Adnda menaburi sekam terlebih dahulu sebagai alas plastik, biar plastik tidak sobek atau bolong di akibatkan terkena yang tajam-tajam. Amparkan sekam dengan merata di bagian kolam.
  • Pemasangan plastik
Sesudah sekam dihamparkan, baru plastik di pasangkan. Sesudah plastik di pasang sebaiknya plastik cuci terlebih dahulu menggunakan air yang bersih, kemudian gosok dengan kain basah, biar hilang bahan kima dari pabrik plastik tersebut. Setelah plastik di cuci bari di airi sungai untuk memulai budidaya gurami tersebut.

Pembibitan gurami

Untuk pembibitan gurami sebaiknya Anda membeli telur gurami. Perawatan telur sebaiknya jangan di lepas di kolam plastik terlebih dahulu, Anda simpan di baskom besar selama 1 minggu, setelah telur gurami berubah menjadi larva gurami atau mulai berbentuk ikan, baru Anda memindakannya ke kolam pelastik yang sudah Anda sediakan terlebih dahulu. Jumlah telur biasanya dalam satu sarang indukan gurami mencapi rata-rata 5000 butir telur, bahkan ada juga yang lebih tergantung indukan gurami tersebut. Pakan larva gurami Anda bisa mengunakan dengan cacing rambut sampai ukuran ikan gurame mencapai 1 cm lebar tubuhnya bukan panjang tubuhnya.
Harga gurami yang berukuran 1 cm biasanya di hargai oleh bandar gurami dengan harga Rp 450. berarti Anda punya penghasilan dari satu sarang gurami sekitar Rp 2.250.000 selama kurang lebih 2 bulan. Dan bisa lebih cepat waktunya jika ukuran kolam Adna berukurang yang besar. Jika Anda beternak gurami beli 3 sarang telur gurami berarti Anda dalam 2 bulan bisa menghasilkan sekitar Rp 6.750.000 sangat luar biasa bukan hasilnya?? Sedangkan harga telur gurami per sayang biasanya di hargai sebesar Rp 100.000 rupiah saja, masih terjangkau bukan tidak menguras saku Anda, dan hasilnya sangat luar biasa. Intinya usaha budidaya ikan gurami media kolam plastik memang sangat menguntungkan, dan perawatannyapun sangat mudah di jalankan.

Perawatan Ikan gurami

Perawatan ikan gurami media kolam plastik sangatlah mudah. Yang harus kita jaga adalah air kolam tersebut jangan sampai berbau, jika air tetap seteril gurami Anda bakalan sehat dan sejahtera he he, asalkan jangan lupa mengasih pakan ikan gurami. Jika Anda tidak mengasih pakan, maka gurami Adna akan sangat menyesal di ternak oleh Anda, dan hasilnya pun akan minim, sayangi ternak Anda alhasil yang di ternak akan betah dan akan menghasilkan yang maksimal. Sekian dan terimakasih sudah berkunjung ke rumah peternakan & pertanian, selamat mencoba dan semoga berhasil dan sukses selalu amin.....
 
 

Saturday, 1 March 2014

PELUANG BISNIS BUDIDAYA

Peluang Usaha Budidaya Gurami

Gurami merupakan ikan konsumsi air tawar yang banyak digemari karena kelezatannya. Dagingnya yang tebal dan gurih menjadikan ikan konsumsi ini banyak digemari oleh banyak orang. Meskipun harganya relatif mahal, penggemar ikan ini tidak berkurang, bahkan semakin bertambah dari hari ke hari. Buktinya, semakin banyak rumah makan dan restoran yang menjadikan aneka olahan gurami sebagai menu andalannya, baik rumah makan tradisional maupun restoran papan atas. Selain itu, kebutuhan pasar tradisional dan supermarket terhadap komoditas gurami juga mulai meningkat. Hingga saat ini, pasokan gurami hanya mengandalkan dari beberapa sentra budi daya, seperti parung dan Ciamis (Jawa Barat), Cilacap, Banyumas (Jawa Tengah), Tulungagung, dan Blitar (Jawa Timur). Pasokan dari berbagai daerah ini nyatanya masih belum belum bisa memenuhi semua permintaan. Karena itu, peluang usaha budi daya gurami masih terbuka lebar bagi Anda yang akan memulainya.

Harga Stabil, Tetapi Pasokannya Kurang

Permintaan gurami ukuran konsumsi di beberapa daerah masih cukup besar. Misalnya, permintaan pasar lokal di Jakarta dapat mencapai 120 ton/hari. Bahkan, permintaan pasar untuk gurami ukuran konsumsi di Yogyakarta yang hanya 5 ton/hari baru bisa di penuhi pembudidaya sekitar tujuh persennya. Berbagi sentra budi daya gurami maupun pengepul di berbagai daerah umumnya masih belum mampu memenuhi seluruh permintaan yang datang. Selain itu, permintaan benih juga cukup besar. Permintaan benih ukuran silet di Yogyakarta dari satu daerah seperti Bogor bisa mencapai 10.000 ekor/hari.
Karena tingkat permintaan yang tetap tinggi, harga benih dan gurami ukuran konsumsi relatif setabil. Di Yogyakarta, harga gurami ukuran konsumsi di tingkat pembudidayaan mencapai Rp 22.000/kg. Kondisi harga ini menunjukan semakin meningkatnya harga gurami. Pasalnya, sekitar tiga tahun yang lalu, harga di tingkat pembudidayaan hanya Rp 17.000-Rp 18.000/kg. Sementara, di Kalimantan harga gurami ukuran konsumsi dapat mencapai Rp 40.000/kg atau bahkan lebih. Apalagi di tahun sekarang harga gurami semakin naik dan naik.

Peluang Usaha Setiap Segmen Budi Daya

Secara garis besar, segmen budi daya gurami terbagi atas pembenihan, pendederan, dan pembesaran. Pembenihan meliputi kegiata pemeliharaan induk, pemijahan, penetasan telur, dan perawatan larva.
Segmen pendederan gurami terbagi atas empat bagian, yaitu pendederan I, II, III, dan IV. Pendederan I merupakan pemeliharaan larva hingga mencapai benih ukuran kuku (1-2 cm). Pendederan I biasanya dilakukan selama satu bulan. Sementara itu, pendederan II merupakan pemeliharaan benih ukuran kuku hingga mencapai ukuran silet (7-8 cm). Pendederan II dilakukan selama 2-3 bulan. Pendederan III merupakan pemeliharaan gurami ukuran silet hingga mencapai ukuran 3-4 jari (50 gram/ekor). Pemeliharaannya dilakukan selama 3-4,5 bulan. Pendederan IV adalah pemeliharaan gurami ukuran 50 gram/ekor. hingga 250 gram/ekor. Pendederan IV dilakukan selama 6-8 bulan.
Sementara itu, pembesaran gurami bertujuan menghasilkan gurami ukuran konsumsi, yaitu pemeliharaan gurami ukuran 250 gram/ekor hingga mencapai ukuran 700-800 gram/ekor. Periode pembesaran berlangsung selama 5-7 bulan.
Perbedaan lama waktu budi daya setiap segmen pemeliharaan tergantung atas teknis budi daya yang dilakukan. Budi daya sistem konvensional seperti pemberian pakan yang kandungan proteinnya  tidak di sesuaikan dengan kebutuhan gurami atau hanya memberikan pakan 'seadanya' akan semakin memperlama masa budi daya. Terlebih, tidak ada perlakuan khusus seperti pada budi daya intensif, misalnya pemberian probiotik di kolam dan pakan. 
Adanya beberapa segmen tersebut dapat membantu pembudidaya untuk memilih salah satu jenis usaha. Pemeliharaan tersebut biasanya dipengaruhi oleh modal yang dimiliki dan pertimbangan jangka waktu perputaran modalnya. Patokan segmen budi daya di atas tidak mengikat untuk setiap daerah. Pasalnya, benih gurami dapat dijual berbagai ukuran, tergantung atas permintaan masing-masing daerah.
Dari lima segmen budi daya, salah satu segmen usaha yang paling cepat perputaran modalnya adalah usaha pendederan II, yakni budi daya benih dari ukuran kuku ke silet. Pasalnya, waktu budi daya  hanya tiga bulan menggunakan sistem konvensional. Bahkan, jika menggunakan sistem budi daya intensif, periode pemeliharaannya hanya dua bulan. Bahkan, perputaran modal untuk usaha penetasan telur gurami lebih singkat, hanya 20-40 hari. Sebagai gambaran, harga beli telur gurami sekitar Rp 30/butir. Pada saat benih berumur 20 hari dapat di jual dengan harga Rp 70/ekor, sedangkan benih berumur 40 hari dapat dijual dengan harga Rp 150/ekor.

Catatan Penting

Pemilihan salah satu segmen usaha gurami yang akan dijalankan harus mempertimbangkan aspek pasokan dan pasar penyerap hasil budi daya. Misalnya, pembudidaya memilih segmen pembesaran benih ukuran kuku hingga silet, maka pembudidaya harus jelas mengetahui dari mana mendapatkan sumber benih ukuran kuku dan pastikan mengetahui pasar untuk menjual benih ukuran silet.